Diberdayakan oleh Blogger.

Selasa, 26 Februari 2013

Entitas karakter HTML

Setelah sebelumnya kita sudah belajar tentang atribut HTML, sekarang kita akan belajar cara menampilkan karakter khusus dalam HTML dengen entitas karakter HTML.
Beberapa karakter khusus seperti karakter <, punya arti khusus dalam HTML (sebagai tanda tag HTML), karena itu kamu tidak akan bisa menggunakannya sebagai teks dalam arti dituliskan langsung sebagai < dalam kode HTML kamu.
Untuk menampilkan tanda lebih kecil (<) dalam HTML, kamu perlu belajar tentang Entitas Karakter HTML.
Entitas karakter
Beberapa karakter memiliki arti khusus dalam HTML, seperti tanda lebih kecil (<) yang mendefinisikan awal dari sebuah tag HTML. Kalau kita ingin agar browser menampilkan tanda lebih kecil itu (<), kita harus menyisipkan entitas karakter dalam kode HTML kita.
Entitas karakter memiliki 3 komponen: sebuah tanda dan (&), nama entitas atau sebuah # yang diikuti nomor entitas dan diakhiri dengan tanda titik koma (;).
Untuk menampilkan tanda lebih kecil dalam halaman HTML kita, maka kita harus menuliskan : &lt; atau &#60;
Keuntungan menggunakan nama dibandingkan nomor adalah bahwa nama lebih mudah untuk diingat. Kekurangannya adalah bahwa tidak semua browser mendukung nama-nama entitas yang baru, namun demikian hampir semua browser mendukung nama entitas standar.
Catatan: entitas bersifat case sensitif.


Spasi berurutan
Entitas karakter yang mungkin akan paling sering kamu pakai adalah spasi.
HTML akan menghilangkan spasi dalam teks HTML kamu. Kalau kamu menuliskan 10 spasi pada kode HTML kamu, maka HTML akan menghapus 9 spasi. Nah, untuk menambahkan spasi pada dokumen HTML kamu, gunakan entitas karakter &nbsp;
Beberapa entitas karakter yang sering dipakai:

Hasil Penjelasan Nama Entitas Nomor Entitas

Spasi &nbsp; &#160;
< Kurang dari &lt; &#60;
> Lebih dari &gt; &#62;
“ Tanda kutip &quot; &#34;
‘ Kutip tunggal &apos; (Ndak berlaku di IE) &#39;
& Dan &amp; &#38;

Beberapa komentar yang ada meminta agar tutorial ini ditambah dengan contoh agar lebih jelas. Nah, berikut ini contoh untuk memperjelas tentang apa yang dimaksud dengan entitas karakter.
Kasusnya sangat mudah kok. Kita kan udah tahu, kalau yang namanya HTML itu menggunakan tag, iya kan? Salah satu contoh adalah tag <b> </b>untuk menebalkan huruf.
Try This: 4 Langkah Mudah Belajar Cara Membuat Website,
Sekarang bayangkan kalau suatu ketika kamu diminta untuk menulis tutorial tentang HTML dan kebetulan akan menulis tentang tag HTML yang berfungsi untuk menebelkan huruf. Misalnya kamu pengen baris berikut tampil di tutorial kamu (perhatikan, kamu ingin agar tag <b> dan </b> muncul dalam baris tersebut).
Untuk menebalkan huruf seperti kata tebal ini, kamu memerlukan tag <b> dan </b>
Nah, coba pikirkan, bagaimana menuliskan bari sederhana ini tanpa entitas karakter. Ndak bisa kan? Misalnya kamu menulis seperti ini:
?
1
2
Untuk menebalkan huruf seperti kata <b>tebal</b> ini,
kamu memerlukan tag <b> dan </b>
Apa yang terjadi? Browser akan menampilkan kalimat berikut:
Untuk menebalkan huruf seperti kata tebal ini, kamu memerlukan tag dan
Apa bedanya? Ya…tag <b> dan </b> tidak muncul, sebagai gantinya, kata “dan ” akan tampil dalam huruf tebal.
Untuk membuat agar tag <b> dan </b> dapat muncul, kamu memerlukan entitas karakter, sehingga kamu harus menuliskan kode HTML menjadi seperti ini:
?
1
2
Untuk menebalkan huruf seperti kata <b>tebal</b> ini,
kamu memerlukan tag &lt;b&gt; dan &lt;/b&gt;
Perhatikan, tanda < saya ganti dengan entitas karakter &lt;, sedangkan tanda > saya ganti dengan &gt;.
Lhah … nambah lagi tuh pertanyaan di komentar. Gini pertanyaannya, terus gimana dunks cara kita menampilkan &gt; biar yang keluar bukan >.
Mudah aja, kita bisa gunakan &amp di depannya untuk meng-escape tanda & sehingga kamu bisa tulis seperti ini &amp; &gt; (tanpa spasi di antara &amp; dan &gt;. Saya terpaksa menuliskan menggunakan spasi, karena tidak mungkin saya tuliskan tanpa spasi.)

Sumber : prothelon.com

Program / Aplikasi Untuk Belajar HTML


HTML adalah singkatan dari Hypertext Markup Language. HTML merupakan bahasa yang digunakan untuk menampilkan website pada Browser. Definisi HTML adalah suatu bahasa standar yang digunakan untuk membuat dokumen HTML. HTML terdiri dari kode-kode tertentu yang akan memerintahkan web browser untuk menampilkan informasi yang dapat berupa teks, gambar, suara dan lain-lain.
Cara belajar membuat HTML dari dasar biasanya menjadi kesulitan bagi mereka yang baru mulai belajar. Khususnya mereka yang belajar membuat HTML secara ototidak. Bingung harus memulai darimana, dimana harus mengetik skrip/kode HTML, lalu bagaimana atau dimana melihat hasilnya, dan seterusnya. Maka dari itu saya mencoba membuat tutorial bagaimana cara membuat HTML dari paling dasar.
Untuk dapat belajar HTML dasar anda membutuhkan dua software (aplikasi) yaitu : HTML Editor dan Web Browser.
HTML editor adalah aplikasi/software yang akan kita gunakan untuk mengetikkan kode-kode / tag HTML. Terdapat banyak software / aplikasi untuk HTML editor, contohnya Dreamweaver. Untuk lebih cepat belajar, kita tidak harus menggunakan Dreamweaver tapi bisa menggunakan aplikasi Notepad. Aplikasi Notepad biasanya sudah tersedia di setiap komputer, jadi kita tidak menginstall aplikasi lagi.
Web Browser adalah aplikasi/software yang digunakan untuk membuka halaman website. Web Browser atau biasa disebut “browser” saja juga ada banyak, misalnya Internet Explorer, Mozilla Firefox, Google Chrome, Opera dan lainnya. Kita hanya membutuhkan salah satu saja. Biasanya setiap komputer juga hampir pasti sudah memiliki aplikasi browser ini, minimal Internet Explorer atau Mozilla Firefox.
Jadi, untuk belajar membuat HTML dasar, kita hampir tidak perlu menginstall aplikasi lagi di komputer. Dengan menggunakan aplikasi/software yang sudah ada kita bisa langsung mulai belajar membuat HTML.

Sumber: kuliah.imadewira.com

Jenis – Jenis Website : Statis vs Dinamis


Website merupakan salah satu layanan yang paling populer di internet. Website merupakan sebuah layanan yang menampilkan informasi baik berupa teks, grafis, suara dan lain-lain. Untuk mengakses/membuka sebuah halaman website kita harus menggunakan aplikasi yang disebut dengan web browser seperti Mozilla Firefox, Internet Explorer, Google Chrome dan lain sebagainya.
Jenis – jenis website berdasarkan bagaimana perubahan isinya pada awalnya bisa dibedakan menjadi dua yaitu :
  • Website Statis
  • Website Dinamis
Website Statis
Website statis adalah website yang isinya cenderung tetap dan jarang berubah. Namun saat ini website statis akan sangat jarang kita temui kecuali website tersebut merupakan website yang masih dalam tahap pembuatan atau merupakan hasil karya mereka yang sedang belajar membuat website.
Website statis dibangun hanya dengan menggunakan bahasa standar seperti HTML yaitu yang bersifat client side. Website statis dibangun tanpa menggunakan database. Jadi untuk merubah isi/tampilan website statis harus dilakukan dengan cara merubah skrip/kode HTML website tersebut secara langsung. Jadi, artinya website statis bisa saja berubah-ubah isinya namun harus dilakukan dengan cara manual, cenderung tidak terstruktur dan tidak efisien.
Website Dinamis
Website dinamis merupakan kebalikan dari website statis. Isi website dinamis dapat berubah-ubah sesuai dengan isi database serta konfigurasi yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Website yang ada di internet saat ini sebagian besar sudah merupakan website dinamis.
Website dinamis biasanya menggunakan database untuk menyimpan informasi yang akan ditampilkan. Jadi ketika halaman website perlu dirubah, ditambah atau pun dikurangi, bisa dilakukan dengan cara mengakses database yang digunakan, tidak perlu mengubah skrip/kode HTML website tersebut.
Website dinamis biasanya tidak hanya menggunakan HTML dan bahasa client side lainnya, namun juga menggunakan bahasa pemrograman server side seperti PHP, ASP dan lain-lain. Bahasa pemrograman server side ini akan digunakan untuk mengakses database yang berisi informasi yang akan ditampilkan di website. Bahasa pemrograman seperti PHP itu juga akan membuat website memiliki kemampuan yang lebih handal sehingga website menjadi semakin dinamis.
Seberapa dinamis sebuah website tentu berbeda antara satu website dengan website lainnya. Ada website dinamis dimana yang bisa berubah secara dinamis hanyalah bagian isinya saja, seperti fasilitas berita, artikel dan lain-lain. Ada juga website dinamis yang mampu merubah tampilan desain dengan mudah. Bahkan ada website dinamis dimana kita bisa menambahkan tools/aplikasi tertentu atau yang sering disebut plugin.
Website yang sangat dinamis seperti diatas tersebut biasanya dibangun menggunakan CMS (Content Management System) seperti WordPress, Joomla, dan lain-lain.
Salah satu ciri lain yang membedakan website statis dan website dinamis yaitu adanya aplikasi back-end. Pada website statis umumnya hanya tersedia front-end yaitu tampilan yang diakses oleh pengunjung website. Sedangkan pada website dinamis selain front-end akan tersedia juga halaman back-end yang hanya bisa diakses oleh administrator yaitu orang yang memiliki user dan password.
Halaman back-end ini akan digunakan mengelola isi website dinamis tersebut, seperti menambah berita/artikel, menambahkan foto, dan lain-lain. Sehingga pada halaman front-end yang diakses oleh pengunjung akan berubah secara otomatis sesuai dengan data yang diisi oleh administrator melalui back-end.

sumber : http://kuliah.imadewira.com